Halo pembaca, hari ini gue mau bahas salah satu "Big Caps" kesayangan investor institusi: Bank Mandiri (BMRI). Data Q1 2026 sudah keluar, dan kalau dilihat sekilas, angkanya cantik. Tapi kalau kita lihat grafiknya... nah, di situ ceritanya jadi beda.
Secara fundamental, BMRI masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang solid di angka Rp15,3 triliun (naik dari periode tahun lalu). Namun, market sepertinya punya pendapat lain. Harga sahamnya lagi kena hantam. Mari kita bedah pakai kacamata jujur.
5 Pertanyaan Sebelum Naruh Duit
1. Keunggulan Kompetitif?
BMRI itu tulang punggung ekonomi kita. Ekosistem digitalnya (Livin') makin kuat dan penguasaan pasar di sektor korporasi nggak perlu diragukan. Mereka punya moat (benteng) berupa skala ekonomi dan akses dana murah yang luas.
- Harga saham turun drastis setelah puncaknya di 2024, stabil di 4,630 pada Q1‑2026.
- Total aset terus naik (≈ 85 % pertumbuhan dari 2020‑2026).
- Ekuitas naik signifikan (≈ 83 % dari 2020‑2026).
- Profitabilitas (ROA, ROE) menurun, tapi EPS masih naik dibanding 2024 karena penurunan jumlah saham (share‑out turun setengah).
- Valuasi (PER) kembali “normal” di kisaran 27×–28× setelah sempat melejit > 50× di 2024.
Saat ini BMRI tampak undervalued dibandingkan PER historisnya (≈ 27×) dan PBV‑nya masih di 1.3×. Namun “undervalued” karena profitabilitasnya memang menurun, bukan sekadar kesempatan “diskon”.
2. ROE > 15%?
Ya. Secara tahunan (Annualized), ROE BMRI berada di angka 18,91%. Ini sangat sehat untuk standar perbankan. Artinya, manajemen sangat efisien dalam memutar modal kita jadi laba.
3. Margin of Safety?
Sekarang PBV-nya di kisaran 1,31x. Kalau kita bandingkan dengan puncaknya di 2024 yang sempat menyentuh 2,49x, harga sekarang secara historis terhitung "murah". Tapi ingat, murah bisa jadi lebih murah kalau sentimen makro lagi nggak mendukung.
4. Apa yang Bikin Thesis Gue Salah?
- Tekanan Suku Bunga: Kalau suku bunga tetap tinggi terlalu lama, beban dana meningkat, dan kualitas kredit (NPL) bisa terganggu.
- Teknis yang Rusak: Lihat grafik harian. Statusnya masih DOWNTREND. EMA 30, 60, dan 100 semuanya menukik. Kalau gue masuk sekarang hanya karena "katanya murah" tanpa peduli tren, gue bisa nyangkut lama.
5. Kapan Keluar?
- Target Profit: Kalau dia balik ke area wajar di PBV 1.6x - 1.8x.
- Cut Loss: Berdasarkan sistem di screenshot, Fractal Exit ada di 4.560. Kalau jebol bawah itu, mending cabut dulu daripada nangkep pisau jatuh.
- Ulasan Jujur Buat Kita Semua
- Secara bisnis, Mandiri nggak lagi sakit. Laba naik, operasional efisien. Masalahnya cuma satu: Market lagi nggak selera sama perbankan.
- Grafik menunjukkan harga lagi di bawah semua garis rata-rata (Moving Average). Secara indikator RSI juga masih di area 44 (lemah). Jadi, buat gue (dan lo pembaca), BMRI saat ini adalah barang bagus yang lagi dilempar orang ke pasar.
- Rencananya: Gue nggak akan all-in sekarang. Gue bakal tunggu sampai ada konfirmasi reversal (pembalikan arah) atau setidaknya harga stabil di atas 4.790 (Buy BO). Jangan sampai kita terjebak dalam mentalitas "harga murah pasti naik," karena saham yang turun bisa tetap turun lebih jauh lagi sebelum akhirnya balik arah.
Post ini hanya catatatn pribadi saya aja bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham ini. Do Your Own Research... Kalo FOMO atau ikut ikutan Salahkan diri sendiri jangan orang lain... Happy Investing