Perdagangan IHSG di tanggal 24/04/2026 di tandai dengan market yang merah membara IHSG Jeblok
IHSG Turun sekitar 3.3% dari Open di 7378 ke 7129 saat close. tapi saya melihat masih ada Gap Yang hrs ditutup di area 7000 mungkin senin atau selasa akan ditutup. cuma apa dampaknya ke saham perbankan seperti BBCA dan BBRI. kita akan lihat senin di perdagangan 27/04/2026. kemungkinan masih akan melanjutkan penurunannya.
kalo saya perhatikan Harga saham BBCA tidak sama dengan Kinerja Perusahaan. jadi secara Fundamental tidak ada masalah serius dibagian Fundamental Q1 Dari BBCA
Revenue masih ada kenaikan walau dikit, gross profit mengalami penurunan dibanding q1 2025 tapi bisa diefiensikan dengan operating profit sehingga masih menghasilkan Net profit yang naik jika dibandingkan dengan tahun lalu. dari segi PER mengalami penurunan dari 73x ke 50 x jadi. begitu juga dengan PBV dari 4.21 ke PBV 2.85 di awal tahun Q1 2026. jadi secara fundamental ini sudah murah si dan sudah bisa dipastikan saat ini Teknikal pasti lagi posisi downtrend.
yang menyebabkan saham BBCA downtrend adalah Tsunami dari Capital Outflow Asing
dari akhir maret 2026 sampai skrg asing melakukan net sell di saham BBCA ini sehingga harga saham BBCA mengalami penurunan dari high terkahir bbca sudah turun sekitar 41% dari chart Weekly terlihat saham BBCA ini masuk ke fase downtrend karena diperdagangkan sudah dibawah MA 200 Weeklnya. tapi secara monthly blm masih otw ke MA200 Monthly. disekitar area 5000an. ini penurunan terparah sepanjang saham BBCA ini ada melantai di bursa. kita tidak tahu apakah dia akan jadi NEXT UNVR atau tidak. cuma untuk bisa jatuh lebih dalam dan menuju 0 maka kinaerja BBCA harus hancur banget sedangkan fundamentalnya belum menunjukan adanya perubahan yang signifikan. cuma saya tidak tau kalo ada sentimen negatif lainnya saya hanya membaca ini dari 2 data aja teknikal dan juga fundamental.
Kenapa Asing Kabur? Ini Faktor Makronya
- Rupiah anjlok — pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebut sebagai level penutupan terburuk sepanjang masa dan pelemahan paling dalam di Asia, memicu kekhawatiran inflasi dan pembengkakan defisit anggaran. Asatunews
- US Treasury yield tinggi + Trump policy — imbal hasil US Treasury yang menarik dan penguatan indeks dolar AS sebagai dampak kebijakan pemerintahan Trump menyebabkan arus modal keluar dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia. Kabarbursa
- Rotasi global — investor asing melakukan rebalancing portofolio besar-besaran karena rotasi sektoral global. FINANKU
- Free float BBCA mayoritas asing — pemegang saham BBCA didominasi investor asing sekitar 70–80% dari saham free float KONTAN, jadi ketika mereka keluar massal, dampaknya brutal.